TERITORIAL24.COM,BENGKALIS – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bengkalis berkolaborasi dengan Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Bengkalis menggelar Focus Group Discussion (FGD) sekaligus bedah buku pada Ahad (19/7/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Orange, Jalan Mawar, Bengkalis, menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara struktur partai dan para pejabat publik PKS.
Forum yang dimulai pukul 16.30 WIB itu dihadiri Ketua Fraksi PKS Bengkalis Yung Sanusi, SH., MH., Wakil Ketua DPRD Bengkalis H. Misno Sakirin, Ketua MPD PKS Bengkalis yang juga Anggota DPRD Provinsi Riau H. Khairul Umam, Lc., M.Sy.E., Ketua DPD PKS Bengkalis Erizal, S.I.P., Sekretaris MPD Henawan, Afliza Kamal dari BKAP DPD PKS Bengkalis, Sekretaris DED PKS Bengkalis Enrico Abrianto, para Ketua DPC PKS Kecamatan Mandau dan Pinggir, serta jajaran ketua bidang.
FGD tersebut membedah buku karya Ustaz Muhammad Taufik yang mengangkat nilai-nilai kepemimpinan, integritas, serta hubungan ideal antara struktur partai dan anggota legislatif.
Penulis buku juga hadir langsung untuk memberikan pemaparan sekaligus berdialog dengan peserta.
Ketua DPD PKS Bengkalis, Erizal, menegaskan bahwa kolaborasi yang erat antara struktur partai dan anggota legislatif menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid.
Menurutnya, forum semacam ini mampu memperkuat komunikasi sekaligus menyamakan arah perjuangan.
Ia mengatakan, komunikasi yang baik akan menghindarkan munculnya prasangka di kalangan kader, terutama anggapan bahwa pejabat publik tidak lagi dekat dengan basis perjuangan setelah memperoleh amanah sebagai wakil rakyat.
Sementara itu, Ketua MPD PKS Bengkalis H. Khairul Umam menilai buku yang dibedah dalam forum tersebut merupakan pengingat moral bagi setiap pejabat publik.
Menurutnya, anggota legislatif PKS tidak hanya dituntut menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga menjaga integritas serta menjadi teladan di tengah masyarakat dan kader.
“Pejabat publik harus tetap membawa misi dakwah dengan menjaga etika, memperkuat fungsi pengawasan, dan memberikan advokasi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.












