Ketua Fraksi PKS Bengkalis Yung Sanusi, selaku penggagas kegiatan, mengusulkan agar forum komunikasi seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Menurutnya, pertemuan berkala menjadi sarana menyampaikan perkembangan perjuangan Fraksi PKS di parlemen sekaligus menjaga kedekatan emosional dengan struktur partai.
Ia juga menilai buku karya Ustaz Muhammad Taufik layak menjadi bacaan wajib bagi kader dan pejabat publik karena memuat nilai-nilai moral yang relevan dalam menjalankan amanah politik.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Muhammad Taufik menekankan pentingnya menjadikan buku tersebut sebagai perekat hubungan antara struktur partai dan para wakil rakyat.
Ia mengingatkan bahwa anggota legislatif harus tetap hidup sederhana, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta tidak meninggalkan Unit Pembinaan Anggota (UPA) sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritual kader.
Menurutnya, UPA merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang islami, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap perjuangan dakwah.
Sekretaris MPD PKS Bengkalis, Henawan, menambahkan bahwa penguatan sinergi antara struktur dan anggota legislatif sebelumnya juga telah dibangun melalui agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kader.
Forum tersebut menjadi wadah bagi para kader pelopor, struktur, dan anggota dewan untuk menyampaikan gagasan serta menyusun langkah strategis bersama.
Ia berharap rangkaian forum tersebut mampu memperkuat soliditas internal PKS Bengkalis sekaligus menjadi modal penting dalam mewujudkan target perjuangan partai untuk kembali meraih kepercayaan masyarakat dan menjadi pemilik kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Bengkalis pada masa mendatang.
Melalui FGD dan bedah buku ini, PKS Bengkalis menegaskan komitmennya untuk membangun budaya organisasi yang sehat, memperkuat komunikasi antara struktur dan pejabat publik, serta memastikan perjuangan politik tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai dakwah, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat.***












