Sumatera Utara

Polda Sumut Gelar Operasi Zebra Toba 2025, Tekankan Profesionalitas dan Transparansi

437
×

Polda Sumut Gelar Operasi Zebra Toba 2025, Tekankan Profesionalitas dan Transparansi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Polda Sumatera Utara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan Zebra Toba 2025 di Lapangan KS Tubun, Mapolda Sumut, Senin, 17 November 2025.

Apel dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Polisi Rony Samtana yang mewakili Kapolda Sumut Irjen Polisi Whisnu Hermawan.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Sumatera Utara serta perwakilan TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja, Jasa Marga, dan PT JMKT. Operasi berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025.

Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda, disebutkan bahwa situasi keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas di Sumut masih memerlukan perhatian meski mengalami perbaikan dibanding tahun sebelumnya.

Data Januari hingga Oktober 2025 mencatat 73.335 pelanggaran lalu lintas, turun 39 persen dari 2024. Adapun jumlah kecelakaan tercatat 5.475 kasus, turun 3,5 persen dari periode sebelumnya.

“Potensi kerawanan lalu lintas masih cukup tinggi dan memerlukan langkah strategis serta upaya berkelanjutan,” kata Kapolda dalam amanat tersebut.

Operasi Zebra Toba 2025 melibatkan 1.528 personel, terdiri atas 100 personel Satgas Polda dan 1.428 personel Satgas Polres jajaran.

Operasi tahun ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Ops Lilin 2025”.

Kapolda menginstruksikan jajarannya melaksanakan penegakan hukum secara profesional, humanis, dan transparan.

Penindakan pelanggaran diarahkan mengedepankan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Pelanggaran tertentu juga diminta cukup diberikan teguran apabila masih dapat dibina.

Ia menekankan seluruh kegiatan operasi harus sesuai dengan standar prosedur, termasuk kegiatan preemtif, preventif, dan penindakan.

Kapolda mengingatkan tidak ada toleransi terhadap personel yang melakukan penyimpangan atau tindakan kontra produktif di lapangan.

“Jangan sampai tindakan yang tidak sesuai prosedur mencederai kepercayaan publik dan menghambat tujuan operasi,” ujar Kapolda.

Ia juga meminta jajaran memanfaatkan operasi sebagai momentum meningkatkan edukasi dan kedekatan dengan masyarakat guna mendorong kesadaran berlalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *