Berita Utama

‎Potensi Rp2 Triliun Terancam Hilang, DPRD Minta Audit PDAM Tirtanadi ‎

871
×

‎Potensi Rp2 Triliun Terancam Hilang, DPRD Minta Audit PDAM Tirtanadi ‎

Sebarkan artikel ini

‎Kebocoran Air Capai 38 Persen, DPRD Soroti Lemahnya Efisiensi dan Pengawasan Internal

‎Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., menyatakan perlunya audit menyeluruh terhadap sistem manajemen dan distribusi air PDAM Tirtanadi(foto:Dok.PKS Sumut)

Dari total pelanggan, sekitar 97 persen merupakan pelanggan rumah tangga, sementara pelanggan industri hanya 3 persen.

Ketimpangan ini membuat margin keuntungan perusahaan rendah, sementara biaya operasional terus meningkat.

‎Usman Jakfar menilai PDAM perlu melakukan diversifikasi segmen pelanggan dan restrukturisasi tarif progresif agar tidak bergantung pada kelompok pelanggan rumah tangga.

‎> “Kita butuh strategi bisnis baru. PDAM harus berani memperluas pasar industri dan memperbaiki sistem penagihan agar lebih transparan dan akuntabel,” jelasnya.

‎Audit dan Reformasi Jadi Tuntutan

‎DPRD Sumatera Utara mendesak dilakukan audit manajerial dan teknis terhadap PDAM Tirtanadi, mencakup aspek distribusi air, sistem meter, dan proses penagihan pelanggan.

Audit ini dinilai penting untuk memastikan bahwa potensi kebocoran tidak hanya bersumber dari infrastruktur, tetapi juga dari kemungkinan kelemahan internal dalam tata kelola perusahaan.

‎> “Audit independen adalah langkah pertama untuk memulihkan kepercayaan publik. Kita ingin PDAM Tirtanadi jadi contoh BUMD yang bersih, efisien, dan berorientasi pada pelayanan rakyat,” tegas Usman Jakfar.

‎DPRD Minta Transparansi dan Digitalisasi

‎Selain audit, DPRD juga mendorong PDAM Tirtanadi untuk mempercepat digitalisasi sistem meter air dan billing guna mencegah kebocoran data dan praktik manipulatif.

Dengan sistem digital, pencatatan konsumsi air pelanggan dapat dilakukan secara otomatis dan akurat.

‎“Digitalisasi akan menutup celah manipulasi dan meningkatkan akurasi pendapatan. Ini bagian dari reformasi manajerial yang harus dijalankan,” tambah Usman.

‎Menuju PDAM yang Sehat dan Mandiri

‎Meskipun kritik tajam dilontarkan, DPRD tetap optimistis bahwa PDAM Tirtanadi memiliki peluang besar menjadi BUMD yang sehat dan mandiri, asalkan berani melakukan transformasi.

Menurut Usman, langkah-langkah seperti efisiensi produksi, audit terbuka, dan diversifikasi pelanggan akan membawa dampak positif jangka panjang.

‎> “Kita ingin PDAM Tirtanadi tidak sekadar eksis, tapi benar-benar menjadi motor ekonomi daerah. Air adalah sumber kehidupan, tapi juga sumber pendapatan jika dikelola dengan profesional,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *