TERITORIAL24.OCOM, MEDAN — Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang diluncurkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution, khususnya Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah, terus berjalan dengan baik dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh Sumut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, mengatakan pada awal peluncuran sempat terjadi lonjakan jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Namun, situasi itu dapat diatasi dengan baik oleh fasilitas kesehatan bersama BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, sejak dicanangkan oleh Bapak Gubernur, Probis di Sumut berjalan baik. Meski pada minggu pertama sempat terjadi lonjakan pasien seperti yang diprediksi, berkat pendampingan BPJS dan edukasi ke rumah sakit, layanan kini sudah normal,” ujar Faisal kepada wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Sumut, Senin (20/10/2025).
Ia menegaskan, sesuai arahan Gubernur Bobby Nasution, rumah sakit di seluruh Sumut tidak boleh menolak pasien. Hal ini telah disepakati antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan terkait penanganan kamar penuh.
“Rumah sakit wajib menyiapkan minimal 30 persen kamar kelas tiga. Jadi tidak ada alasan menolak pasien. Kalau kamar penuh, bisa dinaikkan kelasnya sesuai kesepakatan dengan BPJS,” jelas Faisal.
Untuk memastikan kesepakatan itu berjalan, Pemprov Sumut telah menugaskan penanggung jawab di setiap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Proses administrasi pun diberi kelonggaran selama tiga kali 24 jam.
Selain itu, Dinas Kesehatan Sumut juga membentuk tim pengendali mutu yang siap turun langsung bila ada pengaduan dari masyarakat.
“Jika muncul masalah, tim akan segera memediasi dan memberikan rekomendasi perbaikan. Bila tidak ditindaklanjuti, kami akan menyarankan pemutusan kerja sama rumah sakit dengan BPJS,” kata Faisal.
Ia juga mengimbau peserta mandiri BPJS untuk tetap aktif membayar iuran. Menurutnya, konsep UHC Prioritas merupakan bentuk gotong royong antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat.












