Irham juga mengaitkan tingginya frekuensi bencana dengan persoalan tata kelola lingkungan. Menurut dia, kejadian bencana di Sumatera Utara harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan lingkungan, pengawasan industri, serta pengelolaan kawasan hutan.
“Bencana yang berulang menunjukkan perlunya pembenahan serius dalam tata ruang dan kebijakan lingkungan agar keselamatan masyarakat tidak terus terancam,” kata Irham.
PW KAMMI Sumut menyatakan akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah, khususnya terkait isu lingkungan hidup dan penanganan bencana, agar berpihak pada keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan di Sumatera Utara.(Arif)












