Religi

Ramadhan, Momentum Menguatkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

481
×

Ramadhan, Momentum Menguatkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Sebarkan artikel ini
Ustadz Muslim meyampaikan kajian di Masjid Al-Jihad Mekar Sentosa pada malam 16 Ramadhan,Sabtu(15/3/2025)(teritorial24)

TERITORIAL24.COM, TEBING TINGGI– Umat Islam diajak untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperkuat semangat amar ma’ruf nahi mungkar.

Hal ini disampaikan oleh Ustadz Muslim dalam kajian yang berlangsung di Masjid Al-Jihad Mekar Sentosa pada malam 16 Ramadhan,Sabtu(15/3/2025).

Dalam ceramahnya, Ustadz Muslim mengingatkan bahwa banyak orang hanya bersemangat melakukan kebaikan, tetapi melupakan kewajiban mencegah kemungkaran. Padahal, dakwah Islam mencakup kedua hal tersebut.

“Amar ma’ruf jangan dipisahkan dari nahi mungkar. Amar ma’ruf itu seperti menanam benih di tanah subur, kemudian dipupuk dan disirami.”

“Sementara nahi mungkar adalah memagar, membersihkan hama, dan melindungi dari perusak. Jika hanya menanam tanpa menjaga, tanaman akan hancur,” jelasnya.

Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dalam Islam

Dalam kajian tersebut, Ustadz Muslim mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 110:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Beliau menekankan bahwa Ramadhan, bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan, harus menjadi waktu terbaik untuk beramar ma’ruf dan bernahi mungkar.

Ia mencontohkan bagaimana semangat ibadah meningkat di bulan ini, seperti shalat berjamaah yang ramai, puasa yang dijalankan bahkan oleh anak-anak, serta kegiatan tarawih, tadarus, dan sedekah yang semakin giat dilakukan.

Namun, Ustadz Muslim juga mengingatkan bahwa ibadah-ibadah tersebut harus dijaga dari pengaruh buruk yang dapat merusak kesucian Ramadhan.

Ia menyoroti berbagai bentuk kemungkaran seperti judi, miras, narkoba, dan prostitusi yang merusak individu, keluarga, serta generasi mendatang.

Pentingnya Mencegah Kemungkaran

Ustadz Muslim menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh membiarkan kemungkaran terjadi tanpa upaya pencegahan. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:

“Jika engkau melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu. Jika tidak mampu, maka dengan lisanmu. Jika masih tidak mampu, maka dengan hatimu, dan itu adalah selemah-lemah iman” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *