Beliau juga menyampaikan perumpamaan dari hadis riwayat Al-Bukhari dan At-Tirmidzi tentang sebuah kapal yang ditumpangi dua kelompok.
Jika kelompok di bawah melubangi kapal untuk mengambil air, dan kelompok di atas membiarkannya, maka kapal tersebut akan tenggelam bersama seluruh penumpangnya.
“Begitu pula dalam kehidupan bermasyarakat. Jika kita tidak mencegah kemungkaran, maka kita semua akan terkena dampaknya,” ujar Ustadz Muslim.
Selain itu, beliau mengutip pendapat Imam Al-Qurtubi yang menyatakan bahwa adzab Allah sering turun karena dosa yang dibiarkan tanpa ada usaha untuk mencegahnya.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW memperingatkan bahwa jika amar ma’ruf nahi mungkar ditinggalkan, maka doa-doa umat tidak akan dikabulkan.
“Sesungguhnya jika manusia melihat seseorang melakukan kezhaliman, kemudian mereka tidak mencegah orang itu, maka Allah akan meratakan adzab kepada mereka semua” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Menjaga Keberkahan Ramadhan
Sebagai penutup, Ustadz Muslim mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai ajang memperkuat semangat amar ma’ruf nahi mungkar.
“Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai kesempatan untuk menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dengan begitu, keberkahan, rahmat, dan ampunan Allah akan turun kepada kita, serta kita terhindar dari murka dan adzab-Nya,” tutupnya.***












