TERITORIAL24.COM, MEDAN – Rabu malam (5/11/2025), suasana gemerlap di tempat hiburan malam Black Owl, Medan, mendadak berubah jadi agak “tegang tapi humanis”.
Bukan karena DJ-nya ganti lagu mellow, tapi karena Polda Sumatera Utara bareng TNI datang menggelar razia gabungan demi mencegah peredaran narkoba.
Razia ini digawangi langsung oleh Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumut dan diikuti 50 personel gabungan.
Rinciannya, 47 polisi dari berbagai satuan—mulai dari Ditresnarkoba sampai Bidhumas—serta enam prajurit TNI dari POM AD, AU, dan AL. Lengkap, kayak Avengers tapi versi seragam loreng dan cokelat.
Sasaran malam itu: THM Black Owl, di Jalan T. Amir Hamzah, Medan Helvetia. Razia dimulai sekitar tengah malam, dengan pemeriksaan terhadap pengunjung, pegawai, sampai pojokan ruangan yang biasanya cuma didatangi orang yang mau update story.
Tes urine pun dilakukan pada sejumlah pengunjung yang dicurigai.
Hasilnya: satu perempuan bernama Tasya dinyatakan positif narkoba. Sisanya aman, dan tidak ditemukan barang bukti lain. Alias, nihil—kecuali mungkin botol minum energi dan parfum wangi.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, bilang kalau razia ini adalah bagian dari langkah preventif untuk menekan potensi peredaran narkoba di tempat hiburan malam.
“Kami ingin mewujudkan lingkungan hiburan yang sehat dan aman bagi masyarakat,” ujar Kombes Andy, dengan nada yang lebih menenangkan daripada DJ set slow jam pukul dua pagi.
Tasya yang positif narkoba kini tengah menjalani proses interogasi dan assessment lanjutan sesuai prosedur.
Polisi menegaskan, pendekatannya tetap “humanis”—karena rupanya, razia juga bisa dilakukan dengan senyum.
Kombes Andy menambahkan, kegiatan serupa bakal dilakukan rutin dan tidak hanya fokus pada penindakan, tapi juga edukasi. Intinya, biar masyarakat sadar bahwa pesta boleh, tapi jangan sampai “nge-fly” beneran.
Razia berjalan tertib dan profesional, menegaskan komitmen Polda Sumut dan TNI dalam mendukung program “Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar)”.












