Berita Utama

Rektor Universitas Tjut Nyak Dhien Lepas 50 Mahasiswa Peserta Program Mahasiswa Berdampak Penanggulangan Bencana 2026

404
×

Rektor Universitas Tjut Nyak Dhien Lepas 50 Mahasiswa Peserta Program Mahasiswa Berdampak Penanggulangan Bencana 2026

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Universitas Tjut Nyak Dhien (UTND) Medan secara resmi melepas sebanyak 50 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Penanggulangan Bencana Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Kampus Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan, Kamis (30/1/2026).

Pelepasan mahasiswa dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Tjut Nyak Dhien, Dr. Apt. Eva Sartika Dasopang, M.Si, sebagai wujud komitmen universitas dalam mendukung peran aktif mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan dan terdampak bencana.

Sebanyak 50 mahasiswa UTND tersebut akan diterjunkan ke 10 dusun di Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Program ini mengusung tema “Bank Pakan Silase Berbasis Sumber Daya Lokal sebagai Upaya Ketahanan Peternak pada Masa Krisis dan Bencana.”

Dalam sambutannya, Rektor UTND menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami persoalan riil yang dihadapi masyarakat, terutama peternak yang terdampak krisis dan bencana.

“Mahasiswa UTND diharapkan mampu hadir membawa solusi berbasis keilmuan dan potensi lokal. Program bank pakan silase ini tidak hanya membantu pemulihan pascabencana, tetapi juga memperkuat ketahanan peternak dalam menghadapi krisis di masa depan,” ujar Dr. Eva Sartika Dasopang.

Melalui program tersebut, mahasiswa akan melakukan pendampingan kepada masyarakat peternak, mulai dari pemanfaatan bahan pakan lokal, pembuatan silase, pengelolaan bank pakan, hingga edukasi keberlanjutan usaha peternakan sebagai strategi mitigasi dampak bencana.

Rektor UTND juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga sikap, etika, serta nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.

Mahasiswa diharapkan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, serta membangun kerja sama yang baik dengan masyarakat setempat.

Kegiatan pelepasan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama pimpinan universitas, dosen pendamping, serta mahasiswa peserta program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *