“Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah hadir dengan solusi dan kerja nyata,” tambahnya.
Senada dengan pernyataan Bupati Asahan itu juga disampiakan Wakil Bupati Rianto SH, MAP dengan menekankan pentingnya respons cepat dari seluruh perangkat daerah.
Menurutnya program nasional adalah peluang besar yang harus dijemput. OPD dan Camat harus responsif, tidak boleh ada yang terlewat.‘Saudara juga dituntut menjawab tantangan di lapangan, menggali potensi PAD, dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi daerah,” tegas Wabup.
Dia juga menekankan bahwa pemerintah tidak boleh alergi terhadap masukan publik. “Ingat, kita bukan antikritik. Kritik adalah vitamin yang harus kita jawab dengan kerja keras dan kerja nyata. Di samping itu, buka akses informasi seluas-luasnya agar masyarakat mengetahui apa yang kita kerjakan dan sejauh mana capaian yang sudah diraih,” ungkapnya.
Dengan strategi baru ini, Pemkab Asahan menegaskan bahwa visi Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan bukan sekadar slogan.
Setiap kebijakan akan dipantau, setiap program dievaluasi, dan setiap hasil diukur dari kepuasan masyarakat. Rakorpem yang biasanya hanya menjadi forum evaluasi rutin kini menjadi panggung percepatan, tempat lahirnya instruksi tegas agar pemerintah bekerja lebih lincah, responsif, dan berdampak nyata bagi rakyat. (gan)












