Pihak rumah sakit membantu proses registrasi sehingga kartu BPJS dapat kembali digunakan dalam waktu 3 x 24 jam, tanpa harus menunggu hingga 14 hari seperti sebelumnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan pasien, RSU Haji Medan juga terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana.
Kapasitas ruang Intensive Care Unit (ICU) ditambah dari 10 menjadi 15 tempat tidur, Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dari tujuh menjadi 20 tempat tidur, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) dari 16 menjadi 27 tempat tidur.
Renovasi ruang NICU telah selesai, sementara pembangunan ruang ICU dan IGD ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Selain pembangunan fisik, rumah sakit juga memperkuat sumber daya manusia dengan menambah dokter spesialis serta melengkapi peralatan medis untuk penanganan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, serta layanan kesehatan ibu dan anak.
“Selain sarana ruangan, kami juga meningkatkan SDM khususnya dokter spesialis dan menambah peralatan kesehatan agar ke depan pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain,” ujar Ridesman.
Sementara itu, Pelaksana Harian Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSU Haji Medan, Fitrady Ulianda Siregar, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan kualitas pelayanan rumah sakit terus mengalami peningkatan.
Ia menyebutkan, berdasarkan indikator keterisian tempat tidur, lama perawatan, serta indeks kepuasan masyarakat, seluruh layanan RSU Haji Medan mengalami tren positif sepanjang 2025.
Data menunjukkan layanan rawat inap meningkat 20,42 persen, rawat jalan naik 18,20 persen, sedangkan pelayanan IGD mencatat peningkatan tertinggi sebesar 34,24 persen.
Peningkatan tersebut menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSU Haji Medan sekaligus menjadi motivasi bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera Utara.( Akbar)












