Sehingga tertunda untuk membayar pajak kendaraan tersebut yang mencapai angka dua jutaan.
Selanjutnya lantaran sudah ada uang untuk membayar pajak kendaraan tersebut, Effendi kembali mendatangi kantor Samsat di jalan Sekip.
Akan tetapi, angkanya telah berubah dan prosedur nya mengulang kembali lagi ke loket BPKB yang ada di Samsat (Ditlantas Poldasu) Jalan Putri Hijau.
Panjang dan bertele tele nya birokrasi membayar pajak kendaraan di Samsat dirasakan Effendi.
Ia mengatakan bahwa tidak semua pemilik kendaraan memiliki uang dan waktu yang banyak untuk proses yang cukup panjang di kantor Samsat tersebut.
“Sangat tidak efektif dan niat membayar pajak hilang lantaran banyak biaya untuk fotokopi dan sebagainya. Saya mohon proses membayar pajak milik saya ini menjadi perhatian DPR sebagai pembuat regulasi dan pemerintah yang melayani pembayar pajak,” pungkas Effendi.
Pembayar Pajak Bingung, Petugas bersenda gurau sambil merokok
Sementara itu, pantauan media ini di lobi atas kantor Samsat Medan Utara terlihat sejumlah pria berseragam kemeja putih lagi bersenda gurau sambil merokok.
Sikap sejumlah pria di atas lobi gedung tersebut menjadi perhatian warga yang melintas di depan jalan Sekip.
Mirisnya, pemandangan itu ditampilkan pada jam kerja ditengah kesulitan pembayar pajak yang tergopoh gopoh dan kebingungan di gedung lantaran minimnya informasi bagi masyarakat yang mendapatkan layanan membayar pajak kendaraan.(Akbar)












