TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau langsung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Kota Medan yang berlokasi di Balai Sentra Bahagia Kementerian Sosial, Jalan William Iskandar, Rabu, 16 Juli 2025.
Di hadapan 100 siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rico berpesan agar mereka tekun belajar demi menggapai masa depan yang lebih baik.
“Rajinlah belajar agar ke depan bisa menjadi anak-anak yang sukses,” ujar Rico kepada para siswa yang mayoritas merupakan anak dari keluarga kurang mampu dan sebelumnya putus sekolah.
Peninjauan dilakukan bersama sejumlah pejabat Pemko Medan. Selain menyapa siswa, Wali Kota juga meninjau fasilitas pendukung pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium komputer dan bahasa, perpustakaan, asrama, serta ruang ibadah.
Ia menyebut fasilitas yang tersedia sudah cukup baik untuk mendukung proses pembelajaran, meskipun masih bersifat sementara.
Akses Pendidikan yang Inklusif
Sekolah Rakyat merupakan salah satu inovasi Pemko Medan untuk menjawab kesenjangan akses pendidikan yang masih tinggi di kota ini.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan mencatat, angka partisipasi sekolah (APS) kelompok usia 13–15 tahun sempat menurun menjadi 94,87 persen pada 2023, dari sebelumnya 96,12 persen pada 2021.
Angka ini mengindikasikan masih adanya ribuan anak usia sekolah menengah pertama yang tidak terlibat dalam sistem pendidikan formal.
“Sekolah Rakyat adalah upaya untuk menjangkau mereka yang tercecer dari sistem,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar.
Ia menambahkan, saat ini terdapat empat rombongan belajar (rombel) di jenjang SMP yang mengikuti kegiatan di sekolah tersebut.
Menurut data Kementerian Sosial, Kota Medan termasuk dalam lima besar daerah di Sumatera Utara dengan jumlah anak rentan putus sekolah tertinggi.
Faktor ekonomi, pernikahan dini, dan keterbatasan akses menjadi penyebab utama. Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk intervensi pendidikan alternatif berbasis pemberdayaan dan pendekatan inklusif.












