Pendidikan sebagai Intervensi Sosial
Dalam perspektif kebijakan publik, Sekolah Rakyat tak sekadar program pendidikan, tetapi juga strategi intervensi sosial. Berdasarkan studi UNESCO (2022), setiap satu tahun tambahan masa sekolah dapat meningkatkan pendapatan individu sebesar 10 persen.
Selain itu, pendidikan juga terbukti menurunkan potensi keterlibatan remaja dalam aktivitas kriminal dan meningkatkan kapasitas partisipasi sosial mereka.
Wali Kota Rico menekankan bahwa kehadiran sekolah ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban negara dalam menjamin pendidikan dasar, tapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang.
“Pemasyarakatan nilai-nilai pendidikan harus menyentuh semua lapisan. Mereka yang tertinggal justru harus diprioritaskan,” ujarnya.
Ia pun berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat direplikasi di kawasan lain di Kota Medan yang memiliki tingkat kerentanan sosial tinggi.
“Bila berhasil, ini bisa menjadi model pendidikan alternatif untuk kota-kota lain,” ujarnya.
Dukungan Keluarga dan Komunitas
Rico menyampaikan bahwa sejauh ini antusiasme orang tua cukup tinggi.
Menurut laporan internal Dinas Pendidikan, sebagian besar orang tua siswa mendukung keberadaan Sekolah Rakyat dan berharap program ini bisa berlangsung hingga jenjang lebih tinggi.
Dengan pendekatan komprehensif dan partisipatif, Pemko Medan berupaya menurunkan angka putus sekolah dan memperluas akses pendidikan secara nyata. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi penganggaran, pelatihan tenaga pendidik, serta penguatan dukungan dari masyarakat sekitar.(Anggi)












