Opini

Semakin Panjang Perjalanan, Seharusnya Semakin Banyak Pelajaran ‎

233
×

Semakin Panjang Perjalanan, Seharusnya Semakin Banyak Pelajaran ‎

Sebarkan artikel ini

‎Oleh : Coach Ust. H. Ahmad Hadian, S.Pd.I., M.AP. (UHa) ‎

Coach Ust. H. Ahmad Hadian, S.Pd.I., M.AP. (UHa) menyampaikan refleksi tentang makna perjalanan, pengalaman, dan kedewasaan(Ist)

‎Dewasanya orang yang suka bicara adalah ketika ia mulai mau lebih banyak mendengarkan.

‎Sebab mendengarkan membutuhkan kerendahan hati. Kita tidak mungkin memahami kehidupan hanya dari sudut pandang sendiri.

‎Dewasanya orang yang pintar adalah ketika ia mulai mau menerima pendapat orang lain.

‎Orang yang benar-benar berilmu tidak merasa harus selalu menjadi yang paling benar.

Ia memahami bahwa setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang yang mungkin dapat menjadi pelajaran.

‎Dewasanya orang kaya adalah ketika ia mulai mau lebih banyak berbagi.

‎Sebab kekayaan bukan hanya tentang seberapa banyak yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

‎Semakin Banyak Ilmu, Semakin Rendah Hati

‎Ada sebuah pelajaran penting dalam perjalanan hidup: semakin banyak kita belajar, seharusnya semakin kita menyadari bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui.

‎Ilmu semestinya membuat kita rendah hati, bukan tinggi hati.

‎Pengalaman semestinya membuat kita bijaksana, bukan merasa paling tahu.

‎Kesuksesan semestinya membuat kita bersyukur, bukan merendahkan orang lain.

‎Dan kekayaan semestinya membuat tangan kita semakin ringan untuk berbagi, bukan hati semakin berat untuk peduli.

‎Sebab kualitas seseorang tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimilikinya, tetapi juga oleh bagaimana ia menggunakan apa yang dimilikinya untuk menghadirkan kebaikan.

‎Jangan Hanya Melewati Hari

‎Setiap hari yang kita lalui sesungguhnya membawa pelajaran.

‎Ada orang yang hadir membawa kebahagiaan. Ada yang datang membawa ujian. Ada yang memberi nasihat. Ada pula yang mungkin menyakiti, tetapi tanpa disadari justru mengajarkan kita menjadi lebih kuat.

‎Semua itu adalah bagian dari perjalanan.

‎Maka jangan hanya melewati hari demi hari. Ambillah hikmah dari setiap peristiwa.

‎Jika pernah salah, belajarlah.

‎Jika pernah gagal, bangkitlah.

‎Jika pernah disakiti, jadilah lebih bijaksana, bukan lebih pendendam.

‎Jika pernah berhasil, tetaplah rendah hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *