Deli Serdang - Serdang Bedagai

Soal Guru Honorer Viral Tinggal di Gubuk, Pemkab Deli Serdang: Jangan Gampang Percaya, Tabayyun Dulu!

458
×

Soal Guru Honorer Viral Tinggal di Gubuk, Pemkab Deli Serdang: Jangan Gampang Percaya, Tabayyun Dulu!

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, LUBUK PAKAM – Kisah seorang guru honorer bernama Mariasih SPd di Tanjung Morawa yang disebut tinggal di gubuk reyot belakangan viral di media sosial.

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang buru-buru memberi klarifikasi: jangan buru-buru percaya.

Plt Kadis Kominfostan Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar, mengatakan masyarakat harus lebih hati-hati menelan kabar dari media sosial.

“Kalau ternyata yang beredar salah, dampaknya bisa negatif. Maka penting untuk tabayyun, cek, teliti, dan verifikasi dulu sebelum ikut menyebarkan,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).

Hasil pengecekan Dinas Sosial dan perangkat desa, kata Anwar, menunjukkan bahwa Mariasih tidak benar-benar tinggal di gubuk tersebut.

Ia adalah Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan di salah satu Madrasah Aliyah di Tanjung Morawa. Suaminya bekerja sebagai penarik becak bermotor.

Menurut keterangan, Mariasih bersama anak gadisnya tinggal di rumah kontrakan permanen.

Ia juga memiliki rumah yang diberikan kepada anaknya yang sudah berkeluarga.

Adapun gubuk reyot yang viral itu sejatinya dipakai suaminya untuk menjaga ternak ayam dan bebek.

“Dari klarifikasi di lapangan, Ibu Mariasih mengajar di dua sekolah, penghasilannya sekitar Rp3 juta per bulan, ditambah tunjangan sertifikasi, honor mengajar, serta jabatan Wakil Kepala Sekolah,” tambah Rahmat, Sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tanjung Morawa.

Rahmat juga memastikan, keluarga Mariasih tinggal di rumah permanen yang layak. Sementara sang suami memang lebih sering berada di gubuk karena sekaligus menjaga ternak.

Dinas Sosial menilai, keluarga Mariasih tidak masuk kategori miskin. Meski begitu, suaminya terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS, sementara Mariasih dan anak-anaknya membayar iuran mandiri kelas 3. Mulai September ini, Pemkab berencana mengusulkan agar Mariasih dan keluarganya juga mendapat BPJS gratis.

Intinya, kata Anwar Sadat, berita viral tidak selalu sesuai fakta lapangan. Maka, kata kuncinya: tabayyun dulu, baru simpulkan.(yu_di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *