TERITORIAL24.COM,MADRID –Pemerintah Spanyol resmi mengumumkan embargo senjata total terhadap Israel dalam upaya menghentikan apa yang disebut sebagai genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Keputusan bersejarah ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Pedro Sánchez pada Senin (8/9), seperti dilansir Al Jazeera.
Sánchez menegaskan bahwa langkah tersebut bukan hanya keputusan politik, melainkan sebuah imperatif moral dan hukum.
Ia menolak keras segala bentuk pembenaran terhadap aksi militer Israel yang meratakan rumah sakit dan membuat anak-anak Palestina kelaparan.
“Tidak ada alasan yang bisa membenarkan penghancuran rumah sakit atau melaparkan anak-anak. Karena itu, Spanyol tidak akan lagi menoleransi pengiriman senjata yang bisa digunakan untuk melanjutkan genosida ini,” ujar Sánchez dalam konferensi pers di Madrid.
Embargo Senjata dan Larangan Logistik
Embargo ini mencakup larangan penjualan maupun pembelian senjata, amunisi, serta peralatan militer antara Spanyol dan Israel.
Tidak hanya itu, kapal pengangkut senjata untuk Israel dilarang berlabuh di pelabuhan Spanyol, sementara pesawat kargo militer menuju Israel juga dilarang melintasi wilayah udara negara itu.
Selain embargo senjata, pemerintah Spanyol juga akan:
Melarang masuk individu yang terlibat dalam genosida dan pelanggaran HAM di Palestina.
Menghentikan layanan konsuler bagi warga Spanyol yang tinggal di pemukiman ilegal Israel.
Melarang produk dari pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.
Menambah bantuan kemanusiaan hingga mencapai €150 juta untuk rakyat Gaza sampai tahun 2026.
Ketegangan Diplomatik Meningkat
Kebijakan Spanyol ini memicu reaksi keras dari Israel. Pemerintah Israel menuduh Madrid melakukan tindakan bermotif politik dan bahkan melarang masuk sejumlah menteri Spanyol.
Sebelumnya, Spanyol juga telah menarik duta besarnya dari Tel Aviv, membuat hubungan diplomatik kedua negara berada di titik terendah dalam sejarah.
Meskipun demikian, Sánchez menegaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan posisi moral Spanyol di panggung internasional, serta menuntut negara-negara lain di Uni Eropa untuk mengambil langkah serupa demi menekan Israel agar menghentikan serangan brutal di Gaza.***












