Uncategorized

STQH XIX Sumut Tambah Dimensi Pemahaman dalam Hafalan Hadis

203
×

STQH XIX Sumut Tambah Dimensi Pemahaman dalam Hafalan Hadis

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, DELISERDANG – Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) XIX tingkat Provinsi Sumatera Utara memasuki hari kedua pada Jumat, 13 Juni 2025.

Berlangsung di kawasan Astaka, Deliserdang, ajang dua tahunan ini memperlihatkan wajah baru cabang perlombaan Hafalan Hadis yang tak lagi hanya menekankan aspek hafalan semata.

Tahun ini, peserta cabang Hafalan Hadis dituntut untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu menyampaikan syarah atau penjelasan dari hadis yang dibacakan.

Ketua Dewan Hakim STQH XIX cabang Hafalan Hadis, Prof Nawir Yuslim, menyebut ini sebagai upaya mendorong pemahaman yang lebih utuh terhadap isi hadis.

“Kita ingin peserta tidak berhenti pada hafalan. Dengan syarah, mereka ditantang untuk memahami pesan dan makna yang terkandung, serta bisa menjelaskan secara kontekstual,” ujar Nawir di Gedung Roha Center, Jalan Williem Iskandar, Deliserdang.

Sebanyak hampir 60 peserta dari berbagai daerah berkompetisi dalam dua kategori: 100 hadis dengan syarah dan 500 hadis tanpa syarah.

Mereka berasal dari rentang usia remaja hingga dewasa. Ini merupakan kali pertama kategori dengan syarah diikutsertakan sejak cabang Hafalan Hadis mulai diperlombakan pada STQH Sumut 2019.

Menurut Nawir, hadis sebagai sumber hukum kedua dalam Islam memiliki fungsi bayyan, yakni penjelas dari isi Alquran, sehingga penting untuk dipahami secara operasional.

“Hadis membina akhlak dan memberi panduan praktis kehidupan. Mulai dari ibadah hingga pergaulan sosial,” ujarnya.

Selain cabang Hafalan Hadis, STQH XIX juga menggelar cabang perlombaan lain seperti Tilawah Alquran dan Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) yang menjadi cabang baru tahun ini.

Rangkaian lomba akan berlangsung hingga 16 Juni mendatang di Lapangan Astaka dan sejumlah lokasi di Deliserdang.

Nawir berharap ke depan, perlombaan terkait hadis bisa memperoleh porsi yang lebih besar, sebagaimana Alquran. “Selama manusia berpegang pada Alquran dan Hadis, mereka tidak akan tersesat. Itu pesan Rasulullah,” tutupnya.(Anggi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *