Seruan kepada Negara Arab
Selain itu, Sukamta juga mendesak negara-negara Arab agar memberi dukungan lebih konkret terhadap perjuangan Palestina.
Menurutnya, Palestina adalah benteng penting bagi dunia Arab, karena ambisi Zionis tidak hanya terbatas pada wilayah Palestina saat ini.
“Jika Palestina berhasil ditaklukkan, maka target selanjutnya adalah negara-negara Arab, karena Zionis berambisi mendirikan Israel Raya (Eretz Israel/Greater Israel). Wilayahnya bukan hanya Palestina sekarang, tapi meluas ke negara-negara sekitarnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, Israel kini mulai melakukan agresi ke beberapa negara Arab lain, seperti Lebanon, Suriah, Tunisia, Yaman, hingga Qatar.
Karena itu, ia menilai langkah strategis seperti pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel perlu dipertimbangkan.
“Hal ini bisa membuat Israel semakin terkucil secara politik dan mengalami kerugian secara ekonomi.”
” Bila perlu, negara-negara Arab membentuk pakta pertahanan bersama, sebagaimana pernah diwacanakan oleh Saudi, Iran, dan Pakistan,” katanya.
Langkah Luar Biasa
Sukamta menegaskan bahwa kejahatan Israel telah melampaui batas kemanusiaan.Oleh karena itu, upaya menghentikannya juga tidak bisa dengan langkah biasa.
“Tekanan dunia internasional tidak cukup hanya dengan kecaman. Kejahatan Israel sudah extraordinary. Maka untuk menghentikannya juga diperlukan langkah extraordinary. Jangan sampai kita terus kalah langkah,” ujar doktor lulusan Teknik Kimia dari University of Manchester, Inggris, itu.
Dengan semakin luasnya dukungan internasional, ia berharap kehadiran Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB menjadi momentum penting agar suara Indonesia semakin kuat dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.***












