TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI — Demokrasi di tingkat paling bawah Kota Tebing Tinggi tengah diuji. Proses Pemilihan Kepala Lingkungan (Kepling) yang semestinya menjadi ruang partisipasi warga untuk memilih pemimpin pelayan masyarakat, justru disinyalir berubah menjadi ajang penuh rekayasa dan kepentingan.
Gelombang penolakan warga mencuat hampir di seluruh kecamatan. Mulai dari Rambutan, Padang Hulu, Padang Hilir, Tebing Kota, hingga Bajenis, masyarakat mencium aroma tak sedap berupa dugaan “orang titipan” dan praktik politik uang.
Isu ini ramai diperbincangkan dan viral di media sosial, memantik kemarahan publik.
Rekap Bermasalah di Tanjung Marulak Hilir
Salah satu titik paling disorot terjadi di Lingkungan 3, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, pada 23 Desember 2025. Warga mempertanyakan keabsahan hasil rekapitulasi penilaian yang dinilai janggal dan mencederai rasa keadilan.
Sejumlah kejanggalan yang disoroti warga antara lain:
Dugaan Manipulasi Nilai
Lembar rekapitulasi ditemukan terdapat coretan dan perubahan angka yang disinyalir menguntungkan calon tertentu. Padahal, menurut warga, calon tersebut tidak memiliki rekam jejak sosial dan moral yang baik.
Pengakuan Panitia Musyawarah
Beberapa anggota Panitia Musyawarah (PanMus) mengaku heran dengan hasil akhir. Berdasarkan proses wawancara dan penilaian objektif, calon yang akhirnya unggul justru dinilai tidak layak.
Nama Sadam Husen Menguat di Akar Rumput
Tokoh masyarakat dan Tim Formatur menyebut Sadam Husen sebagai figur paling memenuhi kriteria.
Dinilai memiliki kapasitas, diterima warga, serta unggul dalam tahapan seleksi.
Namun hasil akhir justru berbanding terbalik, memunculkan dugaan adanya intervensi pihak tertentu.
Ustadz Muslim Istiqomah: Jangan Biarkan Proses Kotor
Tokoh masyarakat sekaligus ulama Kota Tebing Tinggi, Ustadz Muslim Istiqomah, angkat suara.
Ia secara terbuka meminta Walikota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, SE, untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil sikap tegas.
> “Kami meminta Walikota H. Iman Irdian Saragih, SE, agar membatalkan hasil pemilihan yang diduga penuh rekayasa ini. Jangan biarkan masyarakat dipimpin oleh sosok yang memiliki dugaan rekam jejak buruk. Pemimpin lingkungan adalah cermin warganya. Jika proses lahirnya sudah kotor, bagaimana mungkin amanah bisa ditegakkan,” tegas Ustadz Muslim, Jumat(26/12/2025).












