TERITORIAL24.COM, Asahan-Teka–teki praktik tipu–tipu yang diduga dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) UPTD Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010121 Sei Piring, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan Saodah SPd, dalam upaya meloloskan putranya mengikuti seleksi tekhnis atau seleksi tahap pertama penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Asahan Tahun Anggaran (TA) 2024 lambat laun mulai terkuak. Sinyalemen itu terlihat saat Kepsek tersebut ditanya soal status tenaga honorer putranya.
Tidak hanya kebingungan, Saodah SPd juga terlihat ngawur ketika diminta untuk menjelaskan permasalahan yang kini menjadi sorotan di kalangan guru dan masyarakat itu. Bahkan dirinya juga terkesan menghindar untuk membahasnya dengan berupaya mengarahkan taufik pembicaraan kearah persoalan lain.
“Beda sekolah ini dengan sekolah lain Pak, siapa yang mengerjakan berbagai permasalahan di sekolah ini Pak, seperti masalah lembu. Tiap malam ratusan ekor lembu masuk ke sekolah ini Pak, siapa yang menjaga dan mengusirnya Pak. Saya kan enggak ada suami, saya sama anak lah Pak, memang saya mau menggaji orang lain,” ujar Kepsek UPTD SDN 010121 Sei Piring, Saodah SPd, menjawab pertanyaan teritorial24, saat diminta menjelaskan terkait status pengangkatan tenaga honorer putranya di ruang kerjanya, Rabu siang (12/03/2025) lalu.
Ironinya, jawaban ngawur Kepsek tersebut, tidak hanya sampai di situ saja, juga terkait berbagai permasalahan lain yang berkaitan dengan permasalahan perkembangan sekolah yang dipimpinnya. Salah satunya terkait penggabungan siswa Kelas IV dengan Kelas V dalam satu kelas dan menjalani proses belajar mengajar menggunakan satu papan tulis.
Bukannya merincikan secara baik terkait permasalahan itu. Saodah SPd malah langsung terlihat emosi dan marah sembari menuding konfirmasi yang dilakukan awak media ini hanya untuk mencari–cari kesalahan dengan membawa status putranya sebagai anak yatim.
“Jangan cari kesalahan anak yatim, Pak,” cetusnya sembari mengatakan jika dana BOS yang mereka peroleh tidak cukup untuk mengatasi permasalahan itu.












