Kota Medan

Thaipusam 2026 Digelar Khidmat, Pemko Medan Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni Keberagaman

297
×

Thaipusam 2026 Digelar Khidmat, Pemko Medan Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni Keberagaman

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Perayaan Thaipusam 2026 berlangsung khidmat di Kuil Sree Soepramaniam Nagarattar dan kawasan Jalan Kejaksaan, Medan, Minggu, 1 Februari 2026.

Perayaan keagamaan umat Hindu tersebut menjadi momentum penguatan persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat Kota Medan yang majemuk.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menjaga keberagaman dan kebebasan beragama.

Hal itu disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman.

Menurut Rico, Thaipusam tidak hanya merupakan perayaan keagamaan, tetapi juga ekspresi kebudayaan yang mengandung nilai spiritual, pengendalian diri, pengorbanan, dan keteguhan iman. Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Medan yang dibangun oleh berbagai latar belakang etnis dan tradisi.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpisah, melainkan fondasi untuk saling memahami dan hidup berdampingan secara damai,” kata Rico dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang secara konsisten memfasilitasi perayaan budaya dan keagamaan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter masyarakat.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik kebudayaan dan penghormatan terhadap tradisi.

Rico menambahkan, melalui perayaan Thaipusam, generasi muda diharapkan dapat mengenal akar budayanya sekaligus menumbuhkan sikap toleransi dan empati.

Pemerintah Kota Medan, lanjut dia, berkomitmen menjaga harmoni sosial dan menjamin kebebasan warga dalam menjalankan keyakinan dan tradisi budayanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba Siregar mengatakan Thaipusam Medan Street 2026 merupakan bagian dari program pengembangan kebudayaan dan keagamaan Pemerintah Kota Medan. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Rangkaian acara meliputi ritual Paal Kudham atau angkat susu, atraksi tusuk tubuh, pawai kereta kencana, ritual di kuil, pertunjukan seni, serta pameran dan kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *