Uncategorized

Tingkatkan Kualitas Layanan, Erisda Hutasoit Ajak ASN DPRD Medan Berperan sebagai Fasilitator

231
×

Tingkatkan Kualitas Layanan, Erisda Hutasoit Ajak ASN DPRD Medan Berperan sebagai Fasilitator

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan sekretariat untuk meningkatkan kualitas layanan dan dukungan terhadap kinerja anggota dewan.

Ajakan tersebut disampaikan Erisda saat apel pagi perdana usai Hari Raya Idulfitri 1447 H di Medan.

Ia menegaskan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam menunjang kualitas kebijakan yang dihasilkan DPRD.

“ASN di sekretariat harus mampu menjadi mitra intelektual yang andal bagi dewan. Dukungan yang berkualitas akan berkontribusi langsung pada kualitas produk kebijakan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Erisda menekankan, pihaknya akan memposisikan sekretariat sebagai fasilitator yang menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah.

Untuk itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting.

“Saya menilai masih diperlukan peningkatan kapasitas diri seluruh jajaran aparatur di DPRD Medan. Ke depan, kami juga akan melakukan berbagai inovasi,” tambahnya.

Ia menjelaskan, tugas ASN di lingkungan alat kelengkapan dewan seperti komisi, Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus), Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), hingga Badan Kehormatan bukanlah hal yang ringan.

“Diperlukan penguasaan substansi yang mendalam serta pemahaman regulasi yang komprehensif agar dukungan yang diberikan benar-benar berkualitas. Karena itu, semangat belajar harus terus dijaga,” katanya.

Selain kompetensi teknis, Erisda juga menekankan pentingnya pendekatan komunikasi yang luwes, santun, dan efektif dalam berinteraksi dengan pimpinan serta anggota dewan yang memiliki latar belakang beragam.

“ASN harus mampu menyampaikan informasi secara tepat, mendengarkan aspirasi secara aktif dan empatik, serta merespons kebutuhan secara proaktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan tidak hanya harus memenuhi standar formal, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dengan mengedepankan empati dan rasa hormat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *