Daerah

Truk J&T Plat B 9394 SXV Diduga Jual BBM Ilegal di Warung-Warung Sepanjang Jalan Lintas Rohil

649
×

Truk J&T Plat B 9394 SXV Diduga Jual BBM Ilegal di Warung-Warung Sepanjang Jalan Lintas Rohil

Sebarkan artikel ini
Satu unit mobil truk bermuatan paket besar milik perusahaan kargo J&T, dengan nomor polisi B 9394 SXV,terpantau melakukan aktivitas ilegal(foto:Dick)

TERITORIAL24.COM,Rokan Hilir -Satu unit mobil truk bermuatan paket besar milik perusahaan kargo J&T, dengan nomor polisi B 9394 SXV,terpantau melakukan aktivitas ilegal berupa penjualan BBM jenis solar di warung-warung sepanjang jalan lintas Sumatra, tepatnya di wilayah Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau.

Peristiwa ini terjadi pada 29 April 2025 sekitar pukul 19.45 WIB, ketika awak media menemukan truk tersebut terparkir di depan sebuah warung.

Sopir truk diduga sedang menyedot BBM dari tangki menggunakan selang dan menampungnya dalam jerigen untuk kemudian dijual ke pihak warung yang diduga merupakan penadah.

Saat dikonfirmasi, sopir yang bersangkutan menolak memberikan komentar dan memilih diam tanpa menyebutkan identitasnya.

Menurut sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya, modus seperti ini bukanlah hal baru.

Para sopir truk logistik sering memanfaatkan SPBU untuk mengisi solar menggunakan barcode yang berbeda-beda.

Setelah tangki penuh, mereka menjual kembali BBM tersebut ke warung-warung atau penadah sepanjang jalan lintas.

> “Setiap SPBU pasti mereka isi BBM, lalu dijual lagi. Makanya antrean di SPBU sekarang semakin panjang karena banyak truk perusahaan ikut mengisi solar hanya untuk dijual kembali,” jelas sumber tersebut.

Praktik ini jelas merugikan, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga negara. Dugaan adanya pembiaran oleh oknum aparat penegak hukum (APH) turut memperparah situasi.

Bahkan, muncul dugaan adanya setoran kepada pihak tertentu agar praktik mafia BBM ini tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera bertindak tegas. Pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di wilayah Rokan Hilir harus diperketat untuk menghentikan praktik jual beli ilegal ini yang sudah meresahkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *