TERITORIAL24.COM, BOJONEGORO – Relawan Bolone Mase Indonesia Koordinator Wilayah Jawa Timur terus memperkuat peran sosial dan edukatif melalui program Turun ke Bawah (Turba) yang digelar di berbagai wilayah kawasan Mataraman.
Kali ini, Kabupaten Bojonegoro menjadi lokasi kegiatan yang memadukan edukasi literasi digital bagi generasi muda dengan aksi sosial berupa pembagian ratusan paket sembako kepada masyarakat, Selasa 9 Juni 2026.
Kegiatan yang dipimpin langsung Koordinator Wilayah Jawa Timur, Madjid Widigdo, berlangsung meriah dengan diikuti ratusan pemuda, relawan, dan pengurus daerah.
Mengusung tema “Dialog Gen Z: Menolak Hoaks, Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Produktif”, forum tersebut menjadi wadah diskusi mengenai tantangan perkembangan informasi di era media sosial yang semakin dinamis.
Dalam sambutannya, Madjid menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam melawan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta berbagai bentuk disinformasi yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.
“Generasi Z harus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi. Jangan mudah percaya dan menyebarkan konten yang belum terverifikasi. Ruang digital harus menjadi sarana untuk berkarya, belajar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Madjid.
Selain memberikan edukasi literasi digital, kegiatan Turba juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi organisasi.
Berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan struktur organisasi tingkat kabupaten dan kota, evaluasi program kerja triwulanan, hingga persiapan konsolidasi berjenjang di tingkat kecamatan dan ranting di seluruh Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut, Madjid turut menyoroti tantangan ekonomi dan dinamika politik global yang saat ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut harus dihadapi dengan semangat persatuan, optimisme, dan gotong royong.
“Di tengah berbagai tantangan global, bangsa Indonesia harus tetap solid. Persatuan dan kepedulian sosial menjadi modal utama untuk menghadapi tekanan ekonomi maupun dinamika politik yang terus berkembang,” ujarnya.












