Daerah

Tulungagung Jadi Pilot Project Nasional Transformasi JKN, Uji Coba Rujukan Pasien Hanya Dua Menit

39
×

Tulungagung Jadi Pilot Project Nasional Transformasi JKN, Uji Coba Rujukan Pasien Hanya Dua Menit

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG I TERITORIAL24.COM – Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam uji coba transformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program yang dipantau langsung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 24–25 September 2026 ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan ketepatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menjelaskan bahwa uji coba tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG).

Pelaksanaan uji coba dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, meliputi RSUD dr. Iskak Tulungagung, RS Putra Waspada, Poliklinik Kesehatan 05.09.09, serta Puskesmas Kauman.

Salah satu hasil awal yang menjadi perhatian adalah proses input administrasi rujukan yang tercatat sekitar dua menit.

Capaian ini berada di bawah batas maksimal empat menit yang ditetapkan sebagai acuan pengujian. Hasil tersebut menjadi indikator awal bahwa sistem rujukan berpotensi berjalan lebih cepat dan efisien.

Melalui penerapan RBKP, pasien JKN diharapkan memperoleh rujukan sesuai kebutuhan medis serta kemampuan dan kompetensi fasilitas kesehatan tujuan.

Dengan sistem ini, proses rujukan diharapkan lebih tepat sasaran sekaligus mendukung pemerataan pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, KRIS diarahkan untuk menstandarkan fasilitas ruang rawat inap, termasuk ketentuan kapasitas maksimal empat tempat tidur per kamar dan ketersediaan kamar mandi dalam sesuai regulasi.

Standarisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.

Sementara itu, iDRG menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan melalui pengelompokan diagnosis.

Penerapannya diharapkan mendukung mekanisme pembiayaan yang lebih terstruktur dan sesuai dengan karakteristik pelayanan medis.

Meski menunjukkan hasil awal yang menjanjikan, implementasi transformasi JKN ini akan dievaluasi secara berkala selama enam bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *