TERITORIAL24.COM,Tebing Tinggi – Gelombang unjuk rasa mengguncang Kantor Wali Kota Tebing Tinggi, Senin(2/2/2026)saat puluhan massa yang tergabung dalam Tebing Tinggi Bergerak (TTB) menyuarakan kritik keras terhadap kinerja dan integritas birokrasi Pemerintah Kota Tebing Tinggi.
Aksi tersebut menyoroti sejumlah persoalan publik yang dinilai belum ditangani secara serius.
Dalam aksi itu, massa menyampaikan tuntutan mulai dari polemik seleksi Kepala Lingkungan (Kepling) yang dianggap bermasalah, hingga dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) pada sejumlah proyek dan kebijakan pemerintah daerah.
Salah satu perwakilan massa, Aswadi Simatupang, dalam orasinya mendesak DPRD Kota Tebing Tinggi agar segera memproses aduan masyarakat terkait keberatan terhadap calon Kepling.
Ia juga meminta kepala daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat yang dinilai tidak menjalankan tugas secara profesional.
> “Kami meminta agar Kepala Dinas Perdagangan dan Direktur RSKP dievaluasi bahkan dicopot karena kami menilai kinerjanya tidak berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegas Aswadi di hadapan peserta aksi.
Tak hanya itu, massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan KKN yang disebut berkaitan dengan sejumlah proyek strategis dan belanja rutin pemerintah daerah, termasuk yang berkaitan dengan Rumah Dinas Wali Kota.
Beberapa proyek yang disoroti dalam aksi tersebut antara lain pembangunan SDN 163080, alih fungsi lahan eks Kejaksaan menjadi halaman Masjid Agung, revitalisasi Pasar Inpres, serta proyek pembangunan kolam renang.
Massa menilai keterbukaan informasi dan audit publik diperlukan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Erwin Suheri Damanik menerima langsung perwakilan massa.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah menghargai aspirasi masyarakat dan berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan.
> “Apa yang disampaikan hari ini akan kami laporkan kepada pimpinan. Pemerintah Kota Tebing Tinggi terbuka terhadap dialog, terutama jika aspirasi tersebut disertai data dan fakta,” ujar Erwin.












