TERITORIAL24.COM,Sleman – Dugaan tindak kekerasan yang dialami seorang mahasiswi asal Pekalongan oleh oknum pengemudi Maxim Car di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi perhatian publik setelah informasi tersebut viral di media sosial.
Informasi awal peristiwa ini diketahui dari unggahan akun X (Twitter) @B3doel__, yang membagikan kronologi kejadian berdasarkan pengakuan korban.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa peristiwa diduga terjadi di depan tempat kos korban di Jalan Rusunawa, Cambahan, Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman.
Menurut keterangan yang beredar, korban memesan layanan Maxim Car untuk keperluan transportasi.
Namun sejak awal komunikasi melalui fitur pesan aplikasi, korban mengaku merasa tidak nyaman akibat sikap pengemudi yang dinilai kurang sopan.
Permasalahan kemudian berlanjut pada proses pembayaran. Korban bermaksud melakukan pembayaran secara tunai sebesar Rp100.000, namun pengemudi disebut tidak memiliki uang kembalian.
Korban kemudian diminta untuk menukarkan uang ke toko terdekat, meskipun korban merupakan mahasiswa perantauan yang tidak mengenal lingkungan sekitar lokasi kejadian.
Situasi dilaporkan semakin memanas saat korban merekam kejadian tersebut. Dalam keterangan yang diunggah akun @B3doel__, pengemudi tampak meluapkan emosi dan terjadi adu argumen.
Korban selanjutnya mengaku mengalami perlakuan kasar yang mengarah pada dugaan kekerasan fisik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Maxim Indonesia maupun aparat kepolisian terkait dugaan insiden tersebut.
Sejumlah warganet mendesak agar kasus ini segera ditindaklanjuti secara transparan serta ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi dan memastikan pemberitaan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.***












