Peristiwa

‎AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran, Dampak Perang Hormuz Picu Kepanikan Energi Global

241
×

‎AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran, Dampak Perang Hormuz Picu Kepanikan Energi Global

Sebarkan artikel ini

‎Krisis Selat Hormuz Paksa Washington Ubah Arah Kebijakan di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sumber foto: Media sosial (diolah dari peta kawasan Selat Hormuz)

‎TERITORIAL24.COM,‎Washington –Pemerintah Amerika Serikat akhirnya mengambil langkah mengejutkan dengan melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran di tengah memuncaknya krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah.

‎Kebijakan ini muncul setelah gangguan serius di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Penutupan jalur tersebut oleh Iran telah memicu lonjakan harga energi dan mengancam stabilitas ekonomi global.

‎Dilansir dari The Guardian,(24/3/2026),pemerintah AS memberikan izin sementara untuk penjualan minyak Iran yang saat ini tertahan di kapal tanker di laut.

Kebijakan ini diperkirakan akan memasukkan sekitar 140 juta barel minyak ke pasar global guna menekan lonjakan harga yang telah melampaui 100 dolar per barel.

‎Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi darurat Gedung Putih dalam meredam tekanan inflasi yang semakin membebani konsumen di Amerika Serikat dan Eropa.

Pemerintah AS juga disebut mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis guna menstabilkan pasar energi dalam jangka pendek.

‎Namun demikian, kebijakan ini bukan tanpa kritik. Sejumlah pengamat menilai pelonggaran sanksi justru berpotensi menguntungkan Iran secara finansial dan melemahkan tekanan politik yang selama ini diterapkan Washington terhadap Teheran.

‎Di sisi lain, krisis ini dipicu oleh eskalasi konflik antara AS dan sekutunya dengan Iran yang menyebabkan terganggunya distribusi energi global.

Dampaknya bahkan disebut-sebut lebih parah dibanding krisis minyak era 1970-an, dengan jutaan barel minyak per hari terhenti dari pasokan dunia.

‎Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya ketahanan energi global ketika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu.

Dalam kondisi tersebut, bahkan kebijakan keras seperti sanksi ekonomi pun terpaksa dilonggarkan demi menjaga stabilitas pasar dan mencegah krisis ekonomi yang lebih luas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *