Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa Pemko Tanjungbalai berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan dan program yang mendukung ketahanan keluarga. “Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh dan berdaya saing,” jelasnya.
Melalui pencanangan GATI, Pemerintah Kota Tanjungbalai ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai ruang utama perubahan — dimulai dari pola asuh, komunikasi, hingga keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau ingin melihat perubahan besar, jangan hanya menunggu dari atas. Mulailah dari rumah kita sendiri sebagai bentuk dukungan bersama untuk mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Mahyaruddin.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan pengukuhan dan penyematan selempang kepada Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, sebagai Ayah Teladan dan Ayah Genre (Generasi Berencana), serta kepada Ketua TP-PKK Kota Tanjungbalai, Mashandayani Mahyaruddin, sebagai Bunda Genre Kota Tanjungbalai.
Sementara itu, Kepala DPP&KB Kota Tanjungbalai, Darul Yana Siregar, menjelaskan bahwa isu fatherless atau absennya sosok ayah dalam keluarga kini menjadi perhatian serius di Indonesia.
“Data menunjukkan Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dengan angka fatherless yang cukup tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sengaja melibatkan perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Kami ingin para peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga penggerak dan pengamat di lingkungannya masing-masing. Fenomena fatherless bisa saja terjadi di sekitar kita, dan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memperkuat peran ayah dalam keluarga,” tutur Darul Yana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Agustina Siregar, pemateri dan narasumber Muhammad Anca Sitorus, para camat, lurah, kepala OPD terkait, perwakilan PIK R, koordinator PLKB, serta undangan lainnya.(ilham)












