“Melalui program ini, kita ingin memastikan ekonomi masyarakat tumbuh dari bawah, berbasis potensi lokal,” pungkas Wali Kota Mahyaruddin Salim.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Kemitraan Kementerian Koperasi dan UKM, Nelly Gustiana Istita, mengungkapkan bahwa dari total 32 KDMP di Kota Tanjungbalai, baru 3 koperasi yang memiliki data aset lengkap, sementara 29 lainnya masih dalam proses penyelesaian.
“Kementerian Koperasi dan UKM meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia menyiapkan lahan untuk pembangunan gudang dan gerai operasional Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas fisik seperti gudang dan gerai KDMP akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan efektif.
“Inventarisasi aset sangat penting untuk memastikan ketersediaan lahan strategis. Gudang dan gerai KDMP nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pemasaran dan penyimpanan produk lokal,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai Nurmalini Marpaung, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tajul Abrar Ritonga, Asisten Administrasi dan Umum Walman Riadi P. Girsang, Kadis Koperasi dan UKM Agus Salim, perwakilan Dinas PUTR, Bidang Aset BPKPD, para camat se-Kota Tanjungbalai, serta unsur TNI. (ilham)












