Kota Medan

Wali Kota Medan Ajak Guru “Upgrade Diri”: Tantangan Zaman Sekarang Bukan Lagi Kapur dan Penghapus, Tapi Viral dan Polisi

345
×

Wali Kota Medan Ajak Guru “Upgrade Diri”: Tantangan Zaman Sekarang Bukan Lagi Kapur dan Penghapus, Tapi Viral dan Polisi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kalau dulu guru cuma takut sama murid yang malas belajar, sekarang guru juga harus waspada sama murid yang bisa bikin video dan upload ke medsos.

Begitulah kira-kira tantangan dunia pendidikan zaman sekarang menurut Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat bersilaturahmi dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman, Senin (10/11/2025).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar dan Staf Ahli Adlan itu, Rico menilai perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi saat ini telah mengubah cara guru mendidik siswa.

 

“Dulu peserta didik bisa ditertibkan dengan cara agak tegas, tapi sekarang kalau guru bertindak tegas bisa viral dan malah dilaporkan ke polisi. Ini tantangan kita di era teknologi dan keterbukaan informasi,” ujar Rico, sambil mungkin membayangkan betapa repotnya jadi guru zaman TikTok.

 

Menurut Rico, situasi ini menuntut strategi baru dalam pendidikan. Guru tidak hanya dituntut untuk mengajar, tapi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman—tanpa kehilangan wibawa di hadapan murid yang jempolnya lebih cepat dari pikirannya.

 

“Keterbukaan informasi ini harus kita sikapi dengan strategi yang bisa melindungi guru maupun peserta didik. Harus ada solusi terbaik kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

 

Rico berharap PGRI Kota Medan bisa ikut membantu menjawab tantangan itu. Selain memperkuat peran guru, pengurus PGRI juga diharapkan mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik di kota Medan.

Tak berhenti di situ, Rico juga berencana membuat program cerdas cermat untuk siswa. Tapi bukan cerdas cermat jadul yang hanya soal hafalan, melainkan versi kekinian yang dikemas lebih modern dan menarik.

 

“Sekarang anak-anak lebih banyak belajar sendiri. Dengan cerdas cermat, mereka bisa berani tampil di publik dan mengasah soft skill sekaligus akademik,” jelas Rico, yang tampaknya rindu suasana lomba antar sekolah zaman 90-an.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *