“Tantangan yang dihadapi kota-kota saat ini semakin besar. Mulai dari derasnya arus urbanisasi yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan kawasan permukiman, persoalan transportasi yang memicu kemacetan, hingga kesenjangan ekonomi dan sosial. Semua itu harus kita jawab dengan solusi yang nyata,” katanya.
Sebagai solusi, AHY menilai pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah harus terus diperkuat agar mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah.
Menurutnya, konektivitas yang terintegrasi tidak hanya akan meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya kota-kota yang lebih modern, aman, nyaman, dan produktif.
“Kami ingin membangun konektivitas antarwilayah yang semakin baik. Dengan infrastruktur yang semakin terintegrasi, kita dapat menghadirkan kota yang lebih modern, maju, aman, nyaman, sekaligus produktif. Pada akhirnya, pembangunan tersebut harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya daya beli, dan perputaran ekonomi di setiap daerah,” ungkapnya.
Selain pembangunan fisik, AHY juga menegaskan pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses pembangunan perkotaan.
Ia menyebut pendekatan berbasis riset, inovasi, serta teknologi yang aplikatif menjadi kebutuhan agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pendekatan saintifik, riset, inovasi, serta teknologi yang aplikatif sangat diperlukan dalam pembangunan kota agar setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, AHY mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pembangunan, hingga pengawasan di masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.












