Asahan - Tanjungbalai

Wali Kota Tanjungbalai Hadiri RUPS Tahunan PT Bank Sumut Tahun Buku 2025

76
×

Wali Kota Tanjungbalai Hadiri RUPS Tahunan PT Bank Sumut Tahun Buku 2025

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Sumut Tahun Buku 2025 yang digelar di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Senin (6/4/2026).(ist/ham)

TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai – Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Sumut Tahun Buku 2025 yang digelar di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Senin (6/4/2026).

Rapat tersebut dipimpin Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sebagaimana informasi yang diperoleh dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungbalai.

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution menegaskan komitmennya untuk terus mendorong PT Bank Sumut (Perseroda) agar naik kelas ke kategori Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2.

Ia menyampaikan bahwa seluruh pemegang saham telah sepakat untuk mengejar target tersebut. KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti berkisar antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.

“Saat ini Bank Sumut masih berada pada kategori KBMI 1. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana melakukan konsolidasi terhadap bank-bank KBMI 1 pada tahun 2029,” ujar Bobby.

Menurutnya, aturan OJK mensyaratkan bank memiliki modal inti minimal Rp6 triliun untuk masuk kategori KBMI 2. Oleh karena itu, para pemegang saham, termasuk pemerintah daerah, sepakat untuk meningkatkan permodalan.

Saat ini, modal inti Bank Sumut tercatat sebesar Rp5,2 triliun, sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai kategori KBMI 2. Untuk memenuhi target tersebut, para pemegang saham sepakat menyetorkan kembali 15 persen dividen tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga akan menambah modal sebesar Rp100 miliar pada tahun ini. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan turut berkontribusi sekitar Rp70 miliar, termasuk dari penyertaan dividen.

Bobby juga berharap Bank Sumut tidak terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mendorong peningkatan daya saing melalui inovasi produk serta optimalisasi penghimpunan dana pihak ketiga.

“Upaya yang kita harapkan tentu dari sisi dana pihak ketiga tidak mahal, kemudian produk harus lebih variatif dan tidak hanya mengandalkan APBD serta ASN,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *