TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai- Wali Kota Tanjungbalai resmi melepas ratusan petugas Sensus Ekonomi tahun 2026. Pelepasan ditandai dengan penyematan tanda petugas oleh Wali Kota dalam acara Pencanangan dan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026, yang berlangsung di Lapangan Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Rabu (17/6/2026).
Dalam apel tersebut, Wali Kota Mahyaruddin Salim menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah pernyataan kesiapan bersama dalam mengawal agenda strategis bangsa.
“Sensus ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi perekonomian indonesia. Bagi Kota Tanjungbalai, kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting karena akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Beliau mengatakan melalui sensus ekonomi 2026, kita akan memperoleh data yang lebih akurat mengenai jumlah, sebaran, dan karakteristik usaha yang ada di Kota Tanjungbalai, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga usaha berskala besar.
Data tersebut akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang program pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Lanjutnya lagi, keberadaan data yang lengkap, akurat, dan berkualitas akan sangat mendukung pencapaian berbagai indikator pembangunan daerah.
Berdasarkan data badan pusat statistik tahun 2025, perekonomian Kota Tanjungbalai tumbuh sebesar 4,76 persen, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 3,81 persen, dan tingkat kemiskinan menurun menjadi 10,67 persen.
Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Namun demikian, tantangan pembangunan ke depan tentu masih besar sehingga memerlukan dukungan data yang semakin baik sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Oleh karena itu, data hasil sensus ekonomi 2026 menjadi sangat penting bagi pemerintah Kota Tanjungbalai. Data tersebut akan digunakan untuk menyusun program pemberdayaan UMKM, mengembangkan sektor-sektor unggulan daerah, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.












