Selain itu, pembangunan delapan gedung Koperasi Merah Putih turut memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat. Pemerintah juga memfasilitasi akses informasi tenaga kerja melalui kerja sama dengan perusahaan swasta, BUMN, serta penyedia lapangan kerja luar negeri.
Program pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas tenaga kerja juga terus digalakkan, termasuk dalam upaya pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kota Tanjungbalai berhasil ditekan dari 4,08 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Mahyaruddin.
Ia juga menambahkan, Pemko Tanjungbalai berkomitmen menjaga tata kelola keuangan daerah yang baik, dengan realisasi belanja daerah mencapai hampir 91 persen serta pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak dan retribusi yang menembus sekitar 102 persen.
Di akhir sambutannya, Mahyaruddin mengajak seluruh buruh untuk terus mendukung pemerintah dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif.
“Mari jadikan May Day sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan buruh serta mendorong iklim investasi yang sehat demi mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan serikat buruh yang diwakili Ketua DPC F.TNP (K) SBSI Kota Tanjungbalai, Haposan Manurung, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota yang telah memfasilitasi peringatan May Day tahun ini.
Ia juga menyampaikan harapan agar kesejahteraan buruh semakin diperhatikan, terutama terkait upah yang dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan hidup.
“Kami berharap pertemuan ini membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan buruh di Kota Tanjungbalai,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban, ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan dan tali asih oleh Wali Kota bersama unsur Forkopimda kepada perwakilan serikat pekerja, seperti SPTI, F.TIA SBSI, F.TNP SBSI, F.SP RTMM, dan SPTI-KSPSI.(ilham)












