Asahan - Tanjungbalai

Bais TBA dan Polda Sumut Putus Jalur Laut Pengiriman PMI Nonprosedural

32
×

Bais TBA dan Polda Sumut Putus Jalur Laut Pengiriman PMI Nonprosedural

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur laut.(ilham)

TERITORIAL24.COM, Medan –Sinergi antara Satgas Bais Tanjung Balai Asahan (TBA) dan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPA dan TPPO) Polda Sumatera Utara kembali membuahkan hasil.

Tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur laut.

Keberhasilan operasi tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Ditres PPA dan TPPO Polda Sumut, Kamis (11/6), sebagai bentuk komitmen aparat dalam memberantas praktik pengiriman pekerja migran ilegal dan tindak pidana perdagangan orang di wilayah pesisir Sumatera Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, Direktur PPA dan TPPO Polda Sumut Kombes Pol Kristinattara Wahyuningrum, Kepala BP3MI Sumatera Utara Kombes Pol Budi Novijanto, serta Dantim-1 Bais Tanjung Balai Asahan Kapten Cke Mahmudin Harahap.

Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen yang diperoleh Satgas Bais Tanjung Balai Asahan terkait adanya rencana pemberangkatan sejumlah WNI secara nonprosedural ke Malaysia melalui perairan Tanjung Balai.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti bersama Ditres PPA dan TPPO Polda Sumut melalui serangkaian penyelidikan dan pemantauan di lapangan.

Berkat koordinasi yang intens dan pertukaran informasi yang cepat antara Bais TBA dan Polda Sumut, tim gabungan berhasil mengidentifikasi keberangkatan sebuah kapal kayu yang diduga digunakan sebagai sarana penyelundupan PMI nonprosedural dari kawasan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

Tidak menunggu lama, tim gabungan langsung melakukan pengejaran setelah memperoleh informasi kapal telah bergerak menuju perairan internasional dengan tujuan Malaysia.

Pada Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, operasi gabungan tersebut berhasil membuahkan hasil. Kapal kayu yang membawa para calon pekerja migran berhasil dicegat di perairan Desa Bagan Asahan, Kabupaten Asahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *