Religi

Muhasabah Menuju Akhirat: Pelajaran Berharga dari Surah Al-Hasyr Ayat 18

83
×

Muhasabah Menuju Akhirat: Pelajaran Berharga dari Surah Al-Hasyr Ayat 18

Sebarkan artikel ini

Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A. mengulas pesan Surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengajak umat Islam untuk bertakwa, bermuhasabah, dan mempersiapkan bekal terbaik menuju akhirat(Istimewa)

TERITORIAL24.COM,MEDAN – Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, manusia sering kali disibukkan dengan berbagai target duniawi.

Kesuksesan karier, pencapaian materi, dan pengakuan sosial kerap dijadikan tolok ukur keberhasilan.

Padahal, Al-Qur’an mengingatkan bahwa kehidupan seorang mukmin tidak semata-mata berorientasi pada dunia, melainkan juga pada kehidupan akhirat yang kekal.

Salah satu ayat yang menjadi pedoman dalam membangun keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ

وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

Ayat yang agung ini memuat pedoman hidup yang komprehensif bagi setiap muslim.

Di dalamnya terdapat seruan untuk bertakwa, melakukan muhasabah, mempersiapkan bekal akhirat, serta menyadari bahwa setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Taqwa sebagai Pondasi Kehidupan

Allah mengawali ayat ini dengan perintah “اتَّقُوا اللَّهَ” (bertakwalah kepada Allah). Hal ini menunjukkan bahwa ketakwaan merupakan fondasi utama sebelum seseorang menyusun cita-cita, mengambil keputusan, maupun melakukan berbagai amal kebajikan.

Tanpa ketakwaan, amal berpotensi kehilangan nilainya karena tercampur riya, kepentingan pribadi, atau tujuan selain mencari ridha Allah SWT.

Oleh sebab itu, keberhasilan seorang muslim bukan hanya diukur dari banyaknya amal, tetapi juga dari kualitas ketakwaan yang melandasinya.

Muhasabah sebagai Kewajiban Seorang Mukmin

Firman Allah “وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ” mengandung perintah agar setiap orang melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri.

Muhasabah bukanlah aktivitas yang dilakukan setahun sekali atau menjelang akhir kehidupan, melainkan kebiasaan yang seharusnya dilakukan setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *