TERITORIAL24.COM|MEDAN-Konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Perbedaan pendapat, kepentingan, karakter, maupun cara pandang dapat menjadi pemicu perselisihan, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, organisasi, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun, Islam tidak mengajarkan manusia untuk membiarkan konflik berkembang menjadi permusuhan.
Konflik harus dikelola dengan kebijaksanaan, keadilan dan semangat ishlah—yakni upaya memperbaiki keadaan dan mendamaikan pihak-pihak yang berselisih.
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat berharga dalam hal ini. Beliau bukan hanya seorang pemimpin umat, tetapi juga sosok yang mampu menghadapi berbagai persoalan dengan mengedepankan keadilan, dialog, musyawarah, kelembutan dan persatuan.
Karena itu, menyelesaikan konflik dalam perspektif Rasulullah SAW bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi bagaimana menemukan jalan keluar yang membawa kemaslahatan dan menjaga persaudaraan.
Mendengar Kedua Belah Pihak dengan Adil
Langkah pertama dalam menyelesaikan konflik adalah tidak tergesa-gesa memberikan penilaian.
Setiap pihak yang berselisih biasanya memiliki cerita, argumentasi dan sudut pandang masing-masing.
Karena itu, seorang pemimpin atau mediator harus memberikan ruang kepada kedua belah pihak untuk menyampaikan persoalannya.
Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa keputusan tidak boleh dibangun hanya berdasarkan satu cerita atau karena kedekatan emosional dengan salah satu pihak.
Dalam perkara yang membutuhkan keputusan, kebenaran harus dicari berdasarkan fakta, bukti dan prinsip keadilan.
Pelajaran pentingnya adalah: jangan menghakimi sebelum mendengar.
Sebab, konflik akan semakin sulit diselesaikan ketika salah satu pihak merasa tidak didengar atau diperlakukan tidak adil.
Mendengarkan bukan berarti membenarkan. Mendengarkan adalah langkah awal untuk memahami persoalan secara utuh.
Musyawarah dan Dialog, Bukan Memperbesar Perbedaan
Rasulullah SAW juga menunjukkan pentingnya musyawarah dalam menghadapi persoalan.












