Religi

Bukan Menang-Kalah, Ini Strategi Rasulullah SAW Menyelesaikan Konflik

94
×

Bukan Menang-Kalah, Ini Strategi Rasulullah SAW Menyelesaikan Konflik

Sebarkan artikel ini

Oleh: Assoc.Prof.Dr.H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc.Prof.Dr.H. Usman Jakfar, Lc., M.A., mengajak umat meneladani Rasulullah SAW dalam mengelola konflik dengan bijaksana(Ist)

Tiga Prinsip Utama dalam Mengelola Konflik

Jika ditarik lebih jauh, strategi Rasulullah SAW dalam menghadapi konflik dapat dirangkum dalam beberapa prinsip utama.

1. Keadilan

Allah SWT berfirman:

«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ»

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan.”QS. An-Nisa: 135

Keadilan tidak boleh hanya diberikan kepada orang yang kita sukai. Justru keadilan diuji ketika kita berhadapan dengan orang yang berbeda kepentingan dengan kita.

2. Kelembutan

Allah SWT berfirman:

«فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ»

“Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka.”QS. Ali Imran: 159

Kelembutan bukan tanda kelemahan. Dalam banyak keadaan, kata-kata yang tenang justru mampu membuka pintu dialog yang tertutup oleh kemarahan.

3. Mengutamakan Ishlah

Allah SWT berfirman:

«وَالصُّلْحُ خَيْرٌ»

“Dan perdamaian itu lebih baik.”QS. An-Nisa: 128

Ayat ini memberikan pesan penting bahwa dalam konflik, tujuan utama bukan sekadar membuktikan siapa yang paling kuat atau paling benar, tetapi mencari jalan yang membawa kebaikan dan memperbaiki hubungan.

Konflik Bukan Selalu Tentang Siapa yang Menang

Teladan Rasulullah SAW memberikan pelajaran bahwa konflik membutuhkan kedewasaan dalam menyikapinya.

Tidak semua perbedaan harus berakhir dengan permusuhan. Tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan suara keras.

Dan tidak setiap kemenangan harus diwujudkan dengan mempermalukan pihak lain.

Rasulullah SAW mengajarkan sebuah pendekatan yang jauh lebih mendalam: dengar, dialog, adil, cari titik temu, maafkan dan bangun kembali persaudaraan.

Inilah semangat ishlah yang perlu dihidupkan dalam kehidupan.

Konflik ibarat api. Jika disiram dengan emosi, ego dan kebencian, api akan semakin besar. Tetapi jika dihadapi dengan ketenangan, keadilan dan kebijaksanaan, konflik dapat diredakan.

Karena itu, ketika menghadapi konflik, jangan selalu bertanya:

“Bagaimana saya bisa menang?”

Tetapi tanyakan:

“Bagaimana persoalan ini dapat diselesaikan dengan adil tanpa menghancurkan persaudaraan?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *