TERITORIAL24.COM, MEDAN – Suasana kegiatan Sapa Warga Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Gang Manggis, Kelurahan Terjun, Medan Marelan, Sabtu (16/8/2025), berubah jadi agak dramatis.
Bukan karena mic mati atau listrik padam, tapi karena beberapa warga menyampaikan langsung rasa terima kasihnya atas Program Tebus Ijazah yang bikin anak-anak mereka akhirnya bisa mengambil ijazah yang sempat ditahan sekolah.
Salah satunya Devi Iriani, warga Pasar V Marelan. Dengan suara bergetar, ia bercerita soal ijazah SMP anaknya yang tertahan lebih dari setahun karena tunggakan biaya.
“Suami saya sakit, saya cuma jualan rujak keliling. Sudah dicicil tapi belum lunas. Alhamdulillah akhirnya bisa ditebus Pemko Medan,” kata Devi sambil menahan tangis.
Cerita serupa juga datang dari Asma, warga Jalan Kapten Rahmad Buddin. Sebagai asisten rumah tangga, ia mengaku kesulitan bayar tunggakan sekolah.
“Ijazah SMP anak saya sempat tertahan, tapi sekarang sudah ditebus Pemko Medan. Semoga nanti juga bisa dapat KIP,” ujarnya.
Mendengar cerita itu, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan kalau urusan pendidikan memang jadi prioritas.
Ia juga mengingatkan, kewenangan Pemko terbatas di SD dan SMP. Tapi, ia sudah minta Dinas Pendidikan Medan koordinasi dengan Pemprov Sumut supaya siswa SMA/SMK yang butuh bantuan juga bisa diperhatikan.
“Program Tebus Ijazah ini lahir dari kepedulian. Jangan sampai anak-anak Medan kesulitan cari kerja atau berhenti sekolah cuma gara-gara ijazah ditahan,” kata Rico.
Program ini ditujukan khusus bagi lulusan sekolah swasta yang ijazahnya masih disandera karena tunggakan. Singkatnya, Pemko Medan ingin memastikan akses pendidikan tetap terbuka, tanpa drama “ijazah nyangkut di laci sekolah”.(Akbar)












