Berita Utama

140 Tahun Perkeretaapian di Sumatera Utara, Dari Jalur Perkebunan Menjadi Penggerak Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

53
×

140 Tahun Perkeretaapian di Sumatera Utara, Dari Jalur Perkebunan Menjadi Penggerak Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Tepat pada hari ini, 25 Juli 2026, perkeretaapian di Sumatera Utara genap berusia 140 tahun. Tonggak sejarah ini menandai perjalanan panjang sejak pengoperasian jalur kereta api pertama di Pulau Sumatera yang menghubungkan lintas Medan–Labuhan pada 25 Juli 1886.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa perjalanan lebih dari satu abad ini menjadi bukti ketahanan dan adaptabilitas transportasi rel di wilayah Sumatera Utara.

“Setelah 140 tahun, perkeretaapian di Sumatera Utara tidak hanya bertahan tetapi juga bertransformasi. Dari berfokus sebagai angkutan komoditas di awal operasionalnya, kini berkembang menjadi sarana mobilitas favorit masyarakat Sumatera Utara,” ujar Anwar.

Anwar menjelaskan, sejarah panjang perkeretaapian di Sumut bermula dari pesatnya industri perkebunan pada akhir abad ke-19, khususnya komoditas unggulan tembakau Deli.

Pemerintah Hindia Belanda memberikan konsesi kepada Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) pada 1883 untuk membangun jaringan rel guna menghubungkan kawasan perkebunan dengan Pelabuhan Belawan.

Seiring waktu, jaringan tersebut meluas menembus Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, hingga Rantau Prapat.

Pada masa kejayaannya hingga tahun 1937, total panjang jalur kereta api yang beroperasi di Sumatera Utara sempat mencapai 553 kilometer.

Namun, pada perkembangannya sejumlah jalur cabang seperti ke arah Deli Tua, Bangun Purba, dan Pangkalan Brandan ditutup seiring menyusutnya lahan perkebunan yang berdampak pada penurunan permintaan muatan komoditas. Pasca kemerdekaan dan proses nasionalisasi perusahaan Belanda, Pengelolaan perkeretaapian ini kemudian sepenuhnya berada di bawah kendali PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Saat ini, jaringan kereta api yang aktif beroperasi di Sumatera Utara membentang sepanjang 476,46 kilometer.

Jaringan modern tersebut tidak hanya melayani lintas utama, tetapi juga mencakup jalur cabang KA Bandara Kualanamu yang beroperasi sejak 2013.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *