Di samping itu, konektivitas rel juga telah terintegrasi menuju Pelabuhan Kuala Tanjung serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sejak 2022 guna memperlancar distribusi bahan baku dan hasil industri daerah.
Pengembangan infrastruktur yang terintegrasi tersebut berbanding lurus dengan kinerja operasional layanan yang terus bertumbuh positif. Di sektor angkutan penumpang, KAI Divre I Sumut mencatat tren kenaikan yang konsisten.
Pada tahun 2024, KAI melayani 2,43 juta pelanggan, yang kemudian meningkat menjadi 2,63 juta pelanggan pada tahun 2025.
Tren positif ini berlanjut hingga Semester I 2026 dengan volume penumpang telah menembus 1,39 juta orang dan diproyeksikan terus bertambah hingga akhir tahun.
Sementara pada sektor logistik dan angkutan barang, KAI membukukan volume sebesar 883.661 ton pada 2024, 685.355 ton pada 2025, dan 387.895 ton sepanjang Semester I 2026.
Fluktuasi volume angkutan barang ini dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar domestik maupun global serta rantai pasok industri.
“Peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun membuktikan semakin tingginya kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan. Di sisi lain, angkutan barang tetap menjadi tulang punggung logistik yang strategis bagi perekonomian daerah,” tambah Anwar.
Memasuki usia ke-140 tahun, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat interkoneksi antarwilayah guna mendukung aksesibilitas menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Kami berkomitmen memastikan kereta api tetap menjadi pilihan transportasi andalan yang berkontribusi nyata dalam memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara,” tutup Anwar.(Anggi)












