“Jika dalam waktu satu tahun fitur pengenalan wajah tidak digunakan, maka seluruh data biometrik pelanggan akan terhapus secara otomatis di sistem. Pelanggan juga memiliki opsi untuk mengajukan penghapusan data secara manual jika diinginkan,” tegas Anwar.
Selain efisiensi waktu, penerapan teknologi ini merupakan bagian dari komitmen KAI terhadap transportasi berkelanjutan (green transportation).
Dengan beralih ke digital, penggunaan kertas untuk tiket fisik dapat ditekan secara signifikan.
“Inovasi ini merupakan langkah KAI Divre I Sumatera Utara dalam mengurangi penggunaan kertas yang berdampak pada pengurangan kebutuhan bahan baku kertas. Kami ingin menghadirkan perjalanan yang tidak hanya praktis dan efisien, tetapi juga lebih ramah lingkungan,” tutup Anwar.(Anggi)












