Polhukam

Tuntut Kepastian Kematian Korban MI, Keluarga Demo Mapolresta Deli Serdang

433
×

Tuntut Kepastian Kematian Korban MI, Keluarga Demo Mapolresta Deli Serdang

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG – Keluarga Muhammad Ilham (13), remaja yang ditemukan tewas diduga korban pembunuhan, menggelar aksi demo ke Mapolresta Deli Serdang, pada Jum’at (11/07/2025) siang sekira pukul 10.30 WIB.

Aksi ini dilakukan karena hampir 3 bulan kematian korban, proses laporannya di unit laka satlantas Polresta Deli Serdang terkesan jalan di tempat.

Terlihat dua puluhan orang ikut dalam aksi damai ini, termasuk ibu, ayah dan abang korban. Aksi dilakukan di depan

pintu gerbang Mapolresta Deli Serdang.

Dengan membawa miniatur keranda mayat serta sejumlah poster yang berisikan sejumlah tuntutan agar kematian korban bisa diungkap pihak kepolisian.

Terlihat juga masa aksi membawa poster sejumlah gambar atau foto mayat korban dengan sejumlah luka-luka bekas luka benda tajam di bagian kepala belakang.

Ibu korban Suyati, saat menyampaikan orasinya terlihat sedih dan menangis meminta kematian anaknya bisa terungkap.

“Tolong Pak Kapolresta usut kasus pembunuhan anak saya ini, dia anak baik Pak. Gimana kalau hal seperti ini menimpa keluarga bapak. Orang bodoh saja pun tau pak kalau ini bukan laka lantas tapi pembunuhan,” ujar Suyati.

Dijelaskan Suyati lagi, sebelum ditemukan tewas pada Minggu (13/04) pagi, anaknya itu sebenarnya pergi pada Sabtu (12/04) sore hanya untuk membeli nasi bungkus namun akhirnya ditemukan tewas keesokan harinya dengan luka-luka benda tajam bukan luka-luka karena kecelakaan.

“Apa karena saya nggak punya uang pak? Saya orang susah pak tapi tolong bantu kami, cepat ungkap kasus ini,” ujar Suyati sambil menangis.

Sementara, Boyle Ferdinan Sirait penasehat hukum keluarga korban juga menyampaikan aspirasi. Sejumlah kritikan yang ia sampaikan saat berorasi.

Mulai dari abang korban yang disuruh untuk mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi sampai dengan adanya intervensi polisi kepada keluarga korban agar tidak perlu memakai pengacara dalam kasus ini.

“Pak Kapolresta lihat ke sini, lihat foto-fotonya orang awam saja tau ini luka-luka yang bukan karena kecelakaan. Masa abang korban disuruh cari rekaman CCTV sendiri harusnya polisi yang mencari. Jangan kalian duduk-duduk saja di ruang ber AC kalau nggak mau kerja jangan jadi polisi kalian,” ucap Boyle.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *