Nasional

Hidup Merauke! Mentan Kagum Semangat Petani Timur Indonesia

658
×

Hidup Merauke! Mentan Kagum Semangat Petani Timur Indonesia

Sebarkan artikel ini
Dalam kunjungan kerjanya di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Senin (25/11/2024), Mentan Amran menyoroti potensi besar Merauke sebagai lumbung pangan nasional(foto:PSP Pertanian)

TERITORIAL24.COM,MERAUKE – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan optimismenya bahwa           swasembada  pangan   yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto akan segera tercapai.

Dalam      kunjungan  kerjanya  di Distrik Kurik,     Kabupaten     Merauke,     Papua Selatan, pada Senin (25/11/2024), Mentan Amran menyoroti potensi besar Merauke sebagai lumbung pangan nasional.

“Swasembada mutlak kita rebut, dan ini adalah  gagasan  besar  Bapak   Presiden. Kita mulai dari Timur. Cahaya terbit dari Timur    menerangi    sampai   ke   Barat,” ungkapnya.

Kemajuan Pertanian Merauke Dorong Swasembada Pangan

Mentan Amran memuji kemajuan sektor pertanian di Merauke, terutama melalui program strategis seperti optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah.

Ia mencatat peningkatan indeks pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun, serta lonjakan produktivitas dari 2-3 ton menjadi 7 ton per hektare.

“Kami melihat semangat dari Timur, dari Merauke. Dengan capaian ini, saya yakin sebelum empat tahun ke depan kita bisa mencapai swasembada pangan,” ujar Mentan Amran.

Petani Muda, Motor Penggerak Pertanian Merauke

Mentan Amran juga memberikan apresiasi kepada generasi muda di Merauke yang berperan aktif dalam sektor pertanian.

Menurutnya, semangat dan inovasi mereka tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga kesejahteraan petani.

“Saya bangga ada pemuda kita yang spiritnya tinggi menggarap lahan. Penghasilannya bisa Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan. Mari kita bangunkan lahan tidur di Merauke dan dukung para petani muda ini,” tambahnya.

Pendekatan Teknologi Holistik di Sektor Pertanian

Dalam upaya mendukung swasembada pangan, Mentan Amran menegaskan pentingnya pendekatan berbasis teknologi di seluruh rantai produksi, mulai dari hulu hingga hilir.

Teknologi seperti rice transplanter, combine harvester, dan dryer diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

“Kita harus menggunakan pendekatan holistik, mulai dari bibit unggul, pengolahan dengan traktor, hingga proses pascapanen. Semua harus terintegrasi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *