Peristiwa

‎Spanyol Berlakukan Embargo Senjata Total ke Israel demi Hentikan Genosida di Gaza ‎ ‎

521
×

‎Spanyol Berlakukan Embargo Senjata Total ke Israel demi Hentikan Genosida di Gaza ‎ ‎

Sebarkan artikel ini
‎Perdana Menteri Spanyol,Pedro Sánchez(foto: Twitter@GlobeEyeNews)

‎TERITORIAL24.COM,MADRID –Pemerintah Spanyol resmi mengumumkan embargo senjata total terhadap Israel dalam upaya menghentikan apa yang disebut sebagai genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.

‎Keputusan bersejarah ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Pedro Sánchez pada Senin (8/9), seperti dilansir Al Jazeera.

‎Sánchez menegaskan bahwa langkah tersebut bukan hanya keputusan politik, melainkan sebuah imperatif moral dan hukum.

‎Ia menolak keras segala bentuk pembenaran terhadap aksi militer Israel yang meratakan rumah sakit dan membuat anak-anak Palestina kelaparan.

‎“Tidak ada alasan yang bisa membenarkan penghancuran rumah sakit atau melaparkan anak-anak. Karena itu, Spanyol tidak akan lagi menoleransi pengiriman senjata yang bisa digunakan untuk melanjutkan genosida ini,” ujar Sánchez dalam konferensi pers di Madrid.

‎Embargo Senjata dan Larangan Logistik

‎Embargo ini mencakup larangan penjualan maupun pembelian senjata, amunisi, serta peralatan militer antara Spanyol dan Israel.

‎Tidak hanya itu, kapal pengangkut senjata untuk Israel dilarang berlabuh di pelabuhan Spanyol, sementara pesawat kargo militer menuju Israel juga dilarang melintasi wilayah udara negara itu.

‎Selain embargo senjata, pemerintah Spanyol juga akan:

‎Melarang masuk individu yang terlibat dalam genosida dan pelanggaran HAM di Palestina.

‎Menghentikan layanan konsuler bagi warga Spanyol yang tinggal di pemukiman ilegal Israel.

‎Melarang produk dari pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

‎Menambah bantuan kemanusiaan hingga mencapai €150 juta untuk rakyat Gaza sampai tahun 2026.

‎Ketegangan Diplomatik Meningkat

‎Kebijakan Spanyol ini memicu reaksi keras dari Israel. Pemerintah Israel menuduh Madrid melakukan tindakan bermotif politik dan bahkan melarang masuk sejumlah menteri Spanyol.

‎Sebelumnya, Spanyol juga telah menarik duta besarnya dari Tel Aviv, membuat hubungan diplomatik kedua negara berada di titik terendah dalam sejarah.

‎Meskipun demikian, Sánchez menegaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan posisi moral Spanyol di panggung internasional, serta menuntut negara-negara lain di Uni Eropa untuk mengambil langkah serupa demi menekan Israel agar menghentikan serangan brutal di Gaza.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *