Bisnis dan Teknologi

Pertama di Medan, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap Groundbreaking Pembangunan Mother Station CNG

477
×

Pertama di Medan, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap Groundbreaking Pembangunan Mother Station CNG

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kota Medan sebentar lagi punya “ibu baru”, tapi bukan dalam arti literal. Jumat (19/9/2025), Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap melakukan groundbreaking pembangunan Mother Station CNG (Compressed Natural Gas) di Jalan Kol. Yos Sudarso, Medan Labuhan. Ini bakal jadi yang pertama di Medan.

Acara peletakan batu pertama dilakukan bersama perwakilan Kementerian ESDM, jajaran PT PGN Tbk, dan para pejabat terkait. Intinya, Mother Station CNG ini disiapkan untuk mempermudah penyaluran gas bumi bagi masyarakat, terutama pelaku industri.

“Ini kehormatan untuk Kota Medan. Nantinya masyarakat akan lebih mudah mendapatkan gas bumi, terutama sektor industri. Pemko juga siap permudah perizinannya,” kata Zakiyuddin dalam sambutannya.

Menurutnya, keberadaan stasiun CNG ini bisa jadi solusi praktis. Selain bikin suplai gas lebih lancar, proyek ini juga diharapkan mengurangi drama penggalian jalan untuk pemasangan pipa gas yang sering bikin warga Medan ngedumel.

“Kalau stasiun ini jalan, nggak perlu lagi bongkar-bongkar aspal untuk pipa gas,” tambahnya.

Zakiyuddin berharap pembangunan bisa selesai November nanti, sehingga akhir tahun sudah bisa digunakan.

“Mudah-mudahan cepat selesai, supaya masyarakat bisa segera memanfaatkannya. Karena lebih murah dan mudah,” ujarnya.

Bagi yang belum familiar, Mother Station CNG adalah stasiun pengisian yang menerima pasokan gas bumi dari jaringan pipa, lalu mengompresinya hingga tekanan tinggi.

Gas hasil kompresi bisa langsung dipakai atau dimasukkan ke dalam trailer untuk didistribusikan ke tempat lain yang belum punya akses pipa.

Direktur Komersial PT PGN Tbk, Aldiansyah Idham, menjelaskan, kehadiran stasiun ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan energi bersih dan efisien. “Sasarannya industri dan ritel yang belum terjangkau gas pipa, juga sebagai alternatif pengganti LPG. Selain itu mendukung pengurangan emisi karbon di Medan,” katanya.

Dengan begitu, warga Medan bukan hanya bisa menghirup udara lebih segar tanpa debu proyek galian pipa, tapi juga punya akses energi gas yang lebih ramah lingkungan dan (katanya) lebih murah. Tinggal kita tunggu, apakah “ibu baru” ini benar-benar merawat warganya dengan baik.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *