Kota Medan

Airin Rico Waas: UMKM Medan Harus Naik Kelas, Bukan Cuma Naik Etalase

489
×

Airin Rico Waas: UMKM Medan Harus Naik Kelas, Bukan Cuma Naik Etalase

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas, kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar tidak hanya bertahan hidup, tapi juga naik kelas dan bisa bersaing di level global.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi Pelatihan Branding UMKM yang digelar Komisi X DPR RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Hotel Grand Kanaya, Jumat (19/9/2025).

Hadir juga anggota DPR RI, Lestari Moerdijat, serta para pelaku UMKM Medan.

Dalam acara tersebut, Airin memberikan songket Melayu kepada Lestari sebagai simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa identitas lokal harus tetap menempel meski bicara soal branding modern.

“Lebih dari 90 persen pelaku usaha kita adalah UMKM. Mereka inilah tulang punggung ekonomi lokal. Jadi, penguatan kapasitas UMKM bukan pilihan, tapi keharusan,” kata Airin.

Menurutnya, sekadar punya produk bagus saja sudah tidak cukup di tengah persaingan global. Branding—mulai dari identitas, citra, hingga nilai yang melekat pada produk—jadi senjata utama untuk bisa dikenal dan dipercaya pasar, baik lokal maupun internasional.

“Branding itu bukan cuma soal logo kece atau nama catchy. Itu wajah usaha kita. Kalau wajahnya rapi, orang bakal percaya. Kalau asal-asalan, ya susah dilirik,” tegasnya.

Airin juga menekankan bahwa Pemko Medan sudah menyiapkan dukungan, mulai dari pelatihan, akses modal, digitalisasi, hingga perluasan pasar. Tapi semua itu, ujarnya, hanya bisa efektif kalau pelaku UMKM sendiri terus berinovasi dan berani keluar dari zona nyaman.

“Yang kita mau bukan UMKM yang gitu-gitu aja, tapi UMKM yang naik kelas, berdaya saing, dan nyata kontribusinya buat kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa UMKM adalah penopang utama ekonomi Indonesia. Menurutnya, besarnya jumlah UMKM adalah salah satu modal utama untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan.

“Kalau dikelola dengan baik, UMKM kita siap bersaing. Tinggal bagaimana memadukan kearifan lokal dengan mekanisme produksi modern,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *